Makhluk Ghaib

kuntilanakMakhluk ghaib dipercaya keberadaannya oleh hampir semua umat manusia yang mempercayai adanya Tuhan, meskipun hanya sebagian kecil yang mengaku pernah melihat makhluk ghaib secara langsung. Beberapa urban legend juga mengenal berbagai macam bentuk makhluk ghaib yang biasanya terkait dengan riwayat sebab-akibat kematian orang yang menjadi makhluk ghaib. Meskipun bukan merupakan hantu, beberapa bentuk makhluk supranatural dikenal pula dalam mitos masyarakat, yang dianggap sebagai cara seseorang dalam menempuh ilmu tertentu atau mencari kemuliaan.

Dalam masyarakat tradisional, makhluk ghaib merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri, dalam arti bahwa makhluk ghaib juga berasal dari para leluhur, sanak saudara, dan keluarga yang telah meninggal. Mereka juga dipercaya sebagai penghuni pertama sebelum manusia menempati daerah atau wilayah tersebut. Maka dari itu, sebelum mengadakan suatu hajatan semisal perkawinan, sunatan, pembangunan rumah, pertunjukan dsb. masyarakat selalu memberi sesaji di tempat-tempat yang dianggap keramat di mana dipercaya arwah leluhur dan Dahnyang Desa berada. Pemberian sesaji ini untuk memberitahu dan mengajak Dahnyang Desa ikut serta dalam pesta tersebut dan menjaganya agar tidak mendapat gangguan dari makhluk ghaib yang jahat. Suatu simbiosis yang saling menguntungkan.

Sesungguhnya manusia bisa mempelajari tentang makhluk ghaib yang mana jika dilihat dari segi positifnya tidak akan ada ketakutan. Awalnya mungkin masih takut tetapi lama kelamaan akan terbiasa dan tidak takut lagi. Biasanya untuk dapat berinteraksi dengan makhluk halus dapat dilakukan dengan mata hati, menangkap getaran dalam ritme alami. Cara manusia berkomunikasi dengan para makhluk ghaib yaitu dengan cara menggunakan bahasa batin, berbicara dalam hati sambil berkonsentrasi penuh dan menatap muka para makhluk ghaib itu dengan tatapan yang serius tanpa ada keragu-raguan.

Di Indonesia, bukan hanya kaum awam, para dukun, paranormal, pedagang, artis, pejabat, dan tokoh agama, bahkan tokoh politik pun ikut mewarnai dan memanfaatkan keberadaan makhluk ghaib. Masih hangat dalam benak kita bagaimana menjelang runtuhnya ‘kerajaan Suharto’ di tahun 1997-1998 di Jawa Timur dan Jawa Barat terjadi peristiwa yang amat memiriskan dan sulit diterima dengan akal sehat, yakni pembunuhan para dukun santet atau orang yang dituduh sebagai dukun santet. Pembunuhan itu dilakukan oleh makhluk-makhluk yang aneh. Selain itu peristiwa yang paling menggemparkan seluruh dunia adalah perang suku di Sampit, Kalimantan. Konon, pada kedua peristiwa ini, para pelaku menggunakan jasa para mahluk ghaib (nenek moyang mereka).